Berita  

Dua Kepala SMP Negeri di Lamongan Bangun Sinergi dengan Seluruh Media, Tegaskan Tak Ada Sekat bagi Jurnalis

Lamongan | kabarpena.net – Komitmen terhadap keterbukaan informasi publik di lingkungan pendidikan mulai diperlihatkan sejumlah kepala sekolah di Kabupaten Lamongan. Dua kepala SMP negeri memilih membangun komunikasi yang inklusif dengan seluruh insan pers tanpa membedakan latar belakang organisasi profesi.

Mereka adalah Kepala SMP Negeri 1 Turi sekaligus Ketua Cabang PSHT Lamongan, Harto, dan Kepala SMP Negeri 2 Lamongan yang juga Wakil Ketua Cabang PSHT Lamongan, Sujarno. Keduanya menginisiasi agenda Ngopi Bareng bersama para jurnalis di Cafe D’Kota Lamongan.

Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah dialog untuk memperkuat kemitraan antara dunia pendidikan dan media massa dalam mewujudkan tata kelola sekolah yang terbuka, transparan, dan akuntabel.

Ngopi bareng

Dalam kesempatan itu, Sujarno menegaskan bahwa media memiliki fungsi strategis sebagai penyampai informasi sekaligus kontrol sosial. Karena itu, menurutnya, tidak semestinya ada perlakuan berbeda terhadap jurnalis hanya karena perbedaan organisasi profesi atau komunitas tempat mereka bernaung.

“Kami meyakini semua media memiliki fungsi yang sama sebagai mitra pendidikan. Kami tidak ingin membedakan media berdasarkan organisasi atau komunitasnya. Selama menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, semuanya layak mendapat ruang untuk bersinergi,” ujar Sujarno.

Ia menambahkan, keterbukaan informasi merupakan salah satu fondasi penting dalam menciptakan tata kelola pendidikan yang bersih dan dipercaya masyarakat.

“Kami berharap rekan-rekan media dapat terus menjaga iklim yang kondusif di Lamongan melalui pemberitaan yang terverifikasi, akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan secara etik,” tambahnya.

Media sebagai Mitra Pembangunan Pendidikan
Pandangan serupa disampaikan Kepala SMP Negeri 1 Turi, Harto. Menurutnya, kemajuan dunia pendidikan tidak dapat dicapai tanpa dukungan berbagai pihak, termasuk media yang berperan sebagai jembatan informasi antara sekolah dan masyarakat.

“Media adalah jembatan antara sekolah dan masyarakat. Karena itu, kami ingin membangun komunikasi yang baik dengan semua media tanpa membeda-bedakan. Tidak boleh ada sekat yang membuat sebagian media merasa tidak diperhatikan. Yang kami harapkan adalah lahirnya kolaborasi yang sehat demi kemajuan pendidikan dan masa depan anak-anak Lamongan,” ungkap Harto.

Ia berharap komunikasi yang terbuka antara sekolah dan media dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Lamongan.

Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari kalangan jurnalis. Perwakilan media online NasionalNews, Solichan, menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap profesi wartawan tanpa membedakan latar belakang organisasi.

“Bagi kami, ini bukan sekadar undangan gathering, tetapi bentuk penghargaan bahwa setiap media memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi mitra pembangunan. Semoga sinergi ini terus terjalin demi kemajuan pendidikan dan lahirnya generasi Lamongan yang unggul serta berkarakter,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa profesionalisme seorang jurnalis tidak ditentukan oleh organisasi tempat bernaung, melainkan oleh kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik serta kualitas karya yang dihasilkan.

“Kami akan terus berkarya. Kualitas seorang jurnalis bukan dinilai dari organisasi profesinya, melainkan dari integritas dan produk jurnalistik yang dihasilkan,” tegas Solichan.

Melalui forum dialog seperti ini, diharapkan hubungan antara institusi pendidikan dan insan pers semakin harmonis. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu mendukung terciptanya keterbukaan informasi publik sekaligus mendorong kemajuan pendidikan di Kabupaten Lamongan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *