Lamongan | kabarpena.net – Sejumlah ibu penerima manfaat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kategori B3 (ibu menyusui, ibu hamil, dan balita) di Desa Plaosan, Kecamatan Babat, merasa keberatan dengan adanya perubahan lokasi pengambilan bantuan makanan. Pengambilan yang sebelumnya dilakukan di Pos 1 dan Pos 2—sejalan dengan lokasi kegiatan Posyandu masing-masing balita—kini dipusatkan hanya di Pos 3 dan Pos 4.
Jarak tempuh yang semakin jauh menjadi alasan utama keluhan warga. Novi, salah satu ibu penerima manfaat dari Pos 1, mengaku enggan mengambil jatah MBG tersebut karena lokasi baru yang dianggap terlampau jauh dari rumahnya.

“Gara-gara pindah ke Pos 3 dan 4, jadi jauh banget. Malah malas rasanya mau ambil,” ungkap Novi saat menyampaikan konfirmasinya di grup percakapan penerima manfaat Pos 1.
Menanggapi gejolak yang ada di Desa Plaosan, pihak Pemerintah Desa mengaku tidak tahu urusan distribusi B3. Sekretaris Desa (Sekdes) Plaosan, Total Rustiawan menegaskan bahwa perubahan titik distribusi tersebut dilakukan secara sepihak tanpa adanya koordinasi dengan pihak Desa.
“Untuk distribusi sebelumnya sudah bagus karena terbagi antar wilayah di masing-masing Pos (RW). Ini juga memudahkan dalam pembagian ke masing-masing penerima, imbuhnya.
Di sisi lain, persoalan ini sempat memicu perbincangan hangat saat Asisten Lapangan (Aslap) SPPG 1 Babat, Yusuf, mendatangi Bidan Desa setempat. Yusuf menanyakan opsi pemindahan tempat jika merasa terganggu dan risi dengan berbagai kritikan serta pemberitaan yang muncul belakangan ini.
Bidan Desa Plaosan menyarankan agar kebijakan yang diambil tidak memicu ketimpangan antar-wilayah.
“Kalau dipindah, ya harus pindah semua, Mas. Jangan hanya pos tertentu saja yang dipindah, malah membuat gejolak dan pertanyaan dari ibu-ibu penerima,” respons Bidan Desa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPPG 1 Babat, baik Asisten Lapangan maupun Kepala SPPG, belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi oleh awak media terkait alasan pemindahan lokasi distribusi tersebut.












