Lamongan | kabarpena.net – Suasana penuh kehangatan dan kekhidmatan terasa di Ruang Tahanan Polres Lamongan pada Selasa (24/2) pukul 17.40 hingga 18.40 WIB.
Di tempat tersebut, diadakan kegiatan buka puasa bersama yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lamongan.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Lamongan AKBP ARIF FAZLURRAHMAN, SH, SIK, M.Si didampingi Wakapolres Lamongan Kompol Jodi Indrawan, SIK dan para Pejabat Utama (PJU) Polres Lamongan, serta para petugas Polres Lamongan.
Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan doa, kemudian Berbagai Kapolres Lamongan.
Dalam perayaannya, Kapolres menyampaikan rasa syukur karena di hari ke-6 bulan suci Ramadhan ini masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul bersama.
“Alhamdulillah di Ramadhan yang ke-6 ini kita bisa dipertemukan dalam keadaan sehat walafiat.Semoga puasa kita diterima oleh Allah SWT,” ujar Kapolres.
Beliau juga mengingatkan bahwa Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya apabila benar-benar melaksanakan taubatan nasuha.
Menurut beliau, bulan Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk introspeksi diri dan memperbaiki kesalahan di masa lalu.
Kapolres mengungkapkan bahwa di hari tersebut banyak undangan buka puasa bersama yang diterimanya.
Namun, beliau lebih memilih untuk berbuka bersama para tahanan sebagai bentuk kepedulian dan pembinaan moral.
“Puasa Ramadhan ke-6 ini banyak yang mengajak saya buka puasa bersama, tapi saya lebih memilih bapak-bapak semua yang ada di sini. Semoga Allah memberikan keberkahan kepada kita semua,” tuturnya.
AKBP Arief juga menyampaikan bahwa barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap ridho Allah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu.
Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa atau membatalkan puasa bersama, kemudian pelaksanaan Sholat Magrib berjamaah, dan ditutup dengan makan bersama dalam suasana sederhana namun penuh makna.
Kegiatan ini merupakan inisiatif Kapolres Lamongan sebagai wujud kepedulian dan komitmen dalam pembinaan para pelanggar hukum.
Melalui pendekatan humanis dan spiritual di bulan suci Ramadhan, diharapkan para tahanan mendapatkan dukungan moral serta motivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik setelah menjalani proses hukum.(*)












