TUBAN – Pembangunan proyek pelebaran bahu jalan di ruas Jalan Desa Selogabus, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, yang menghubungkan ke Sumberejo (Bojonegoro) menjadi perhatian masyarakat. Pasalnya, infrastruktur yang baru saja selesai dibangun sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan berupa lubang dan longsor di bibir jalan yang berdekatan dengan Sungai Kalikening.
Hasil Pantauan dilapangan menunjukkan bahwa sisi barat jalan sudah mulai ambrol dan menimbulkan risiko juga potensial bagi pengguna jalan, terutama kendaraan roda empat yang berpapasan. Kondisi ini, jika dibiarkan tanpa penanganan, berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Kekhawatiran tersebut juga dirasakan oleh warga sekitar dan pengguna jalan. Mereka menilai proyek yang mengeluarkan anggaran hingga ratusan juta rupiah seharusnya memiliki kualitas yang lebih optimal dan memadai, malah sebaliknya.
“Jalan baru yang selesai bulan lalu kini sudah ada yang longsor dan berlubang; bagaimana dengan kualitasnya?” ujar salah satu warga desa pada hari Sabtu (13/12/2025).
Ironisnya, hingga saat ini belum terlihat upaya pembenahan atau kebijakan yang diambil oleh kontraktor pelaksana. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait kualitas perencanaan teknis dan sistem pengawasan proyek pembangunan jalan di wilayah Kecamatan Parengan.
Sementara itu, kontraktor pelaksana pekerjaan tersebut (Rekanan) hingga berita ini ditayangkan masih belum bisa dikonfirmasi karena minimnya akses komunikasi.
Masyarakat mengharapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban segera melakukan evaluasi terhadap proyek bahu jalan yang baru saja selesai dan mengoordinasikan pengamanan bibir tebing Kalikening agar tidak membahayakan pengguna jalan.(Merah)












