Peringatan Hari Bela Negara ke-77 tidak hanya dimaknai sebagai seremonial ritual, tetapi diharapkan menjadi titik tolak untuk aksi kolektif yang membangun. Pesan ini ditegaskan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, atau yang akrab disapa Pak Ya, saat memimpin Apel Peringatan Hari Bela Negara ke-77 di Halaman Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Senin (29/12/2025). Dalam amanatnya yang membacakan pesan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Pak Ya mengajak seluruh elemen masyarakat Lamongan untuk mengaktualisasikan semangat bela negara dalam mewujudkan kontribusi nyata pada pembangunan, sesuai dengan peran dan kapasitas masing-masing.
Apel yang dihadiri oleh Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah), ASN, TNI, Polri, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan dan pelajar ini berlangsung khidmat. Bupati menekankan bahwa di tengah dinamika tantangan nasional dan global, makna bela negara telah berevolusi. Bela negara tidak lagi semata-mata bersifat militeristik, tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan berbangsa yang dibangun atas dasar kesadaran, tanggung jawab, dan hubungan berkorban.
“Momentum Hari Bela Negara ke-77 ini kita jadikan pengingat yang kuat. Cinta tanah air tidak boleh hanya menjadi slogan atau kata-kata indah dalam upacara. Ia harus diwujudkan dalam tindakan nyata, dalam langkah-langkah konkret yang kita lakukan setiap hari,” ujar Bupati Yuhronur dengan penuh semangat.
*Aktualisasi Bela Negara: Dari Bencana Alam hingga Ruang Digital*
Dalam penjabarannya, Pak Yes memaparkan spektrum aksi bela negara yang relevan dengan konteks kekinian. Ia menyebutkan setidaknya tiga ranah utama di mana semangat bela negara dapat diaktualisasikan oleh setiap warga Lamongan.
Pertama, dalam kepedulian sosial dan pencegahan bencana. Lamongan sebagai wilayah yang tidak luput dari ancaman banjir, kekeringan, atau angin puting beliung membutuhkan solidaritas aktif warganya. “Bela negara adalah ketika kita sigap membantu saudara kita yang tertimpa musibah, bergotong-royong membersihkan lingkungan, atau menjadi relawan dalam situasi darurat. Itulah wujud nyata mencintai tanah air dengan menjaga keselamatan sesama anak bangsa,” jelasnya.
Kedua, dalam menjaga keutuhan ruang digital dan informasi. Di era banjir informasi, Bupati menilai hoaks dan disinformasi adalah musuh bersama yang dapat merusak persatuan. “Kita semua menjadi garda terdepan dalam perang melawan hoaks. Bela negara di ruang digital berarti menjadi warga net yang cerdas, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, dan aktif menyebarkan konten positif yang mempersatukan. Jaga Lamongan, jaga Indonesia dari perpecahan yang dimulai dari genggaman tangan kita,” imbaunya.
Ketiga, dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan daerah. Pak Ya melihat stabilitas ekonomi mikro sebagai ketahanan nasional. “Bela negara juga berarti bekerja dengan jujur, menjadi wirausaha yang menciptakan lapangan kerja, membeli produk lokal Lamongan, dan mengelola keuangan keluarga dengan bijak. Ketika setiap rumah tangga kuat secara ekonomi, maka bangsa ini pun akan kuat menghadapi gejolak ekonomi global,” tuturnya.
*Kontribusi sesuai Peran: Konsep ‘Seluruh Masyarakat’ dalam Pembangunan*
Inti ajakan Bupati adalah prinsip kontribusi sesuai peran (kontribusi berbasis peran). Artinya, semangat bela negara diejawantahkan secara berbeda namun saling melengkapi oleh setiap komponen masyarakat.
Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), bela negara diwujudkan dengan memberikan pelayanan publik yang prima, bersih dari korupsi, dan bekerja dengan integritas tinggi untuk percepatan pembangunan.
Bagi Pelajar dan Mahasiswa, bela negara adalah belajar dengan sungguh-sungguh, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menjaga moralitas dan toleransi.
Bagi Guru dan Tenaga Pendidik, adalah membentuk karakter generasi penerus yang cerdas, berakhlak, dan mencintai tanah air.
Bagi Wirausaha dan Pengusaha, adalah dengan menciptakan inovasi, menyerap tenaga kerja, dan membayar pajak secara disiplin.
Bagi Para Petani dan Nelayan, adalah dengan menjaga ketahanan pangan lokal melalui produksi yang berkelanjutan.
Bagi Masyarakat Umum, adalah dengan menjaga lingkungan, menghormati perbedaan, dan aktif dalam kegiatan sosial.
“Peringatan Hari Bela Negara ke-77 harus kita aktualisasikan pada tindakan nyata. Teruslah berkontribusi dalam pembangunan sesuai peran masing-masing, menjaga ruang digital dari hoaks, hingga memperkuat ketahanan ekonomi keluarga,” tegas Pak Yes mengulangi pesan kunci.(Zk/Red)












