Berita  

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pembangunan Rabat Beton di Desa Gondanglor Disorot Warga

Lamongan | kabarpena.net – Pembangunan rabat beton di Desa Gondanglor, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, yang bersumber dari Dana Bantuan Keuangan Khusus Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2025, menuai sorotan publik. Proyek infrastruktur yang seharusnya menunjang akses dan mobilitas warga desa tersebut diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, ditemukan dugaan penggunaan besi wiremesh di bawah standar pada bagian penulangan rabat beton. Wiremesh yang terpasang tampak lebih tipis dibandingkan spesifikasi yang lazim digunakan dalam pekerjaan rabat beton jalan poros desa.

Ukuran besi wiremesh standar minimal nya adalah 6 mm. Namun ketika di cek dengan alat yang diketahui mulai ukuran, 4,8mm, 4,9mm, hingga 5,2mm.

Matrial Werimes yang digunakan saat pengecoran

Tak hanya itu, ketebalan beton juga menjadi tanda tanya. Secara visual, papan bekisting terlihat masuk ke bagian bawah, sehingga bagian tengah rabat beton tampak lebih tinggi dibandingkan sisi kiri dan kanan. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan kuat bahwa ketebalan beton tidak mencapai standar umum rabat beton, yakni sekitar 15 cm.

 

Seorang warga setempat yang enggan menyebutkan namanya mengaku khawatir dengan kualitas pekerjaan tersebut. Ia menilai, jika ketebalan beton tidak sesuai, jalan akan mudah rusak, terlebih jalan tersebut merupakan jalur poros desa yang setiap dilalui hari kendaraan warga.

“Kalau rabat beton setipis ini, apa nggak gampang pecah? Soalnya ini jalan poros desa, tiap hari dilalui kendaraan,” keluh warga tersebut.

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Rabat beton yang tidak memenuhi standar teknis berpotensi mengalami retak dini, ambles, bahkan rusak dalam waktu singkat. Hal ini tentu bertolak belakang dengan tujuan penggunaan dana bantuan keuangan provinsi yang seharusnya menghasilkan pembangunan berkualitas dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Desa Gondanglor saat dikonfirmasi terkait proyek rabat beton tersebut mengizinkan bahwa pembangunan dibiayai dari Dana Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Timur. 

Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai total anggaran dan rincian penggunaan, yang bersangkutan enggan memberikan jawaban detail. 

Sikap tertutup tersebut justru menambah tanda tanya di tengah masyarakat. Transparansi anggaran menjadi hal krusial, mengingat dana yang digunakan bersumber dari keuangan negara yang wajib dipertanggungjawabkan kepada publik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi terkait spesifikasi teknis, ketebalan beton, maupun material standar yang digunakan dalam proyek tersebut. Masyarakat berharap instansi terkait, baik dari tingkat kabupaten maupun provinsi, segera turun tangan melakukan pengecekan lapangan guna memastikan pembangunan rabat beton di Desa Gondanglor benar-benar sesuai aturan dan tidak merugikan keuangan negara.(Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *